Senin, 26 Oktober 2009

PERISTIWA ALAM di INDONESIA
Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam. Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam. Gejala atau peristiwa alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, angin topan, tsunami, dan tanah longsor. Gejala alam ini timbul disebabkan oleh alam,tetapi ada juga gejala alam yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
1. Macam-macam Gejala Alam yang Terjadi di Indonesia.

a. Gunung Meletus

Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Perlu kalian ketahui bahwa hanya gunung berapi yang masih aktif yang dapat meletus. Mengapa gunung berapi dapat meletus? Gunung berapi meletus karena terjadi gerakan magma dari perut bumi dan keluar melalui permukaan bumi. Gunung api yang pernah meletus antara lain Gunung Kelud, Gunung Galunggung, Gunung Agung, Gunung Merapi, dan lain-lain.

b. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Gempa bumi datangnya tidak mampu diprediksi sebelumnya. Kejadiannya begitu cepat dengan dampak yang begitu hebatnya. Akibat yang ditimbulkannya pun sangat luar biasa karena mencakup wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar batas negara. Sifat getaran gempa bumi yang sangat kuat dan merambat ke segala arah mampu menghancurkan bangunan-bangunan yang kuat sehingga korban nyawa tidak dapat dihindarkan. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi:
1) Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi.
2) Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung api.
3) Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah.
Pada pertengahan tahun 2006 terjadi gempa bumi yang hebat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini kekuatannya mencapai 5,9 skala richter. Kejadian tersebut menelan banyak korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan. Penduduk mengungsi ke tempat yang aman seperti di tanah lapang atau jalan-jalan besar. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.

c. Tsunami

Jika gempa bumi terjadi di daerah dekat atau dasar laut maka dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa. Pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara terjadi gempa bumi berskala 8,9 skala richter di dasar laut yang mengakibatkan gelombang tsunami yang paling dahsyat dan merupakan bencana alam internasional. Kurang lebih 120.000 orang meninggal dunia dan hilang. Tahun 2006 tepatnya pada tanggal 16 Maret, Indonesia dilanda tsunami lagi tepatnya di daerah sekitar Pantai Pangandaran. Pada saat itu terjadi gempa bumi di dasar laut dengan kekuatan gempa sekitar 6,8 skala richter.

d. Banjir

Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas, hal ini terjadi jika terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti. Banjir
merupakan gejala alam yang sering melanda wilayah Indonesia. Peristiwa banjir bandang kembali menimpa ibu kota Jakarta bulan Februari 2007. Hampir seluruh wilayah Jabodetabek terendam air. Peristiwa alam ini menelan banyak korban jiwa. Beberapa korban yang mengungsi di berbagai penampungan mulai terserang penyakit.

e. Angin Topan

Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang sehingga mampu memporak-porandakan benda-benda yang dilewatinya. Jika kekuatan angin topan tersebut besar akan mampu merobohkan rumah atau pohon-pohon yang besar. Di Indonesia terjadi pada awal tahun 2004 di daerah Batu Layar, Lombok, Nusa Tenggara Barat dan di Katon, Bali. Tahun 2006
terjadi topan Isobel yang semula hanya berupa bibit badai di sebelah selatan Kepulauan Nusa Tenggara kemudian bergerak
ke Australia.

f. Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng satu kawasan, semakin besar kemungkinan terjadi longsor. Di Pulau Sumatra sering terjadi peristiwa tanah longsor yang menelan
korban harta benda dan jiwa.
2. Sebab-sebab Terjadinya Gejala Alam
Gejala alam di Indonesia terjadi karena berbagai sebab di antaranya wilayah Indonesia yang dilintasi oleh dua jalur pegunungan yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung berapi. Aktivitas
gunung berapi menyebabkan terjadinya gempa vulkanik, sedangkan pergeseran lempeng benua menyebabkan gempa tektonik. Bila pusat gempa terjadi di lautan maka akan terjadi badai tsunami. Iklim di Indonesia menyebabkan angin musim yang kadangkadang bisa terjadi angin topan, sedangkan curah hujan yang terjadi menyebabkan banjir dan tanah longsor.
PERISTIWA ALAM di INDONESIA
Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam. Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam. Gejala atau peristiwa alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, angin topan, tsunami, dan tanah longsor. Gejala alam ini timbul disebabkan oleh alam,tetapi ada juga gejala alam yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
1. Macam-macam Gejala Alam yang Terjadi di Indonesia.

a. Gunung Meletus

Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Perlu kalian ketahui bahwa hanya gunung berapi yang masih aktif yang dapat meletus. Mengapa gunung berapi dapat meletus? Gunung berapi meletus karena terjadi gerakan magma dari perut bumi dan keluar melalui permukaan bumi. Gunung api yang pernah meletus antara lain Gunung Kelud, Gunung Galunggung, Gunung Agung, Gunung Merapi, dan lain-lain.

b. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran lapisan bumi yang berasal dari bawah permukaan bumi. Faktor pemicu terjadinya gempa adalah pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Gempa bumi datangnya tidak mampu diprediksi sebelumnya. Kejadiannya begitu cepat dengan dampak yang begitu hebatnya. Akibat yang ditimbulkannya pun sangat luar biasa karena mencakup wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar batas negara. Sifat getaran gempa bumi yang sangat kuat dan merambat ke segala arah mampu menghancurkan bangunan-bangunan yang kuat sehingga korban nyawa tidak dapat dihindarkan. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dibedakan menjadi:
1) Gempa bumi tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi.
2) Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung api.
3) Gempa tanah runtuh, yaitu gempa yang disebabkan karena runtuhnya tanah.
Pada pertengahan tahun 2006 terjadi gempa bumi yang hebat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini kekuatannya mencapai 5,9 skala richter. Kejadian tersebut menelan banyak korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan. Penduduk mengungsi ke tempat yang aman seperti di tanah lapang atau jalan-jalan besar. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.

c. Tsunami

Jika gempa bumi terjadi di daerah dekat atau dasar laut maka dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa. Pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara terjadi gempa bumi berskala 8,9 skala richter di dasar laut yang mengakibatkan gelombang tsunami yang paling dahsyat dan merupakan bencana alam internasional. Kurang lebih 120.000 orang meninggal dunia dan hilang. Tahun 2006 tepatnya pada tanggal 16 Maret, Indonesia dilanda tsunami lagi tepatnya di daerah sekitar Pantai Pangandaran. Pada saat itu terjadi gempa bumi di dasar laut dengan kekuatan gempa sekitar 6,8 skala richter.

d. Banjir

Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas, hal ini terjadi jika terjadi hujan secara terus menerus tanpa henti. Banjir
merupakan gejala alam yang sering melanda wilayah Indonesia. Peristiwa banjir bandang kembali menimpa ibu kota Jakarta bulan Februari 2007. Hampir seluruh wilayah Jabodetabek terendam air. Peristiwa alam ini menelan banyak korban jiwa. Beberapa korban yang mengungsi di berbagai penampungan mulai terserang penyakit.

e. Angin Topan

Angin topan merupakan pergerakan angin yang sangat kencang sehingga mampu memporak-porandakan benda-benda yang dilewatinya. Jika kekuatan angin topan tersebut besar akan mampu merobohkan rumah atau pohon-pohon yang besar. Di Indonesia terjadi pada awal tahun 2004 di daerah Batu Layar, Lombok, Nusa Tenggara Barat dan di Katon, Bali. Tahun 2006
terjadi topan Isobel yang semula hanya berupa bibit badai di sebelah selatan Kepulauan Nusa Tenggara kemudian bergerak
ke Australia.

f. Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng satu kawasan, semakin besar kemungkinan terjadi longsor. Di Pulau Sumatra sering terjadi peristiwa tanah longsor yang menelan
korban harta benda dan jiwa.
2. Sebab-sebab Terjadinya Gejala Alam
Gejala alam di Indonesia terjadi karena berbagai sebab di antaranya wilayah Indonesia yang dilintasi oleh dua jalur pegunungan yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung berapi. Aktivitas
gunung berapi menyebabkan terjadinya gempa vulkanik, sedangkan pergeseran lempeng benua menyebabkan gempa tektonik. Bila pusat gempa terjadi di lautan maka akan terjadi badai tsunami. Iklim di Indonesia menyebabkan angin musim yang kadangkadang bisa terjadi angin topan, sedangkan curah hujan yang terjadi menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Minggu, 31 Mei 2009

Dasar-Dasar Sistem Informasi Manajemen

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Tujuan :

  • Peserta mata kuliah dapat memahami dasar-dasar berbagai sistem informasi (SI) dalam bisnis dan memahami prinsip dasar bagaimana bisnis harus berkompetisi dengan menggunakan teknologi informasi.
  • Peserta mata kuliah dapat memahami bagaimana sumber daya data, telekomunikasi dan jaringan dikelola dalam bisnis.
  • Peserta mata kuliah dapat memahami berbagai aplikasi bisnis berbasis elektronis.
  • Peserta mata kuliah dapat memahami dasar-dasar pengembangan strategi dan solusi teknologi informasi (TI) dalam bisnis.
  • Peserta mata kuliah dapat memahami tantangan-tantangan etika, sekutitas, dan manajemen teknologi informasi.

Materi :

  • Dasar-dasar Sistem Informasi dalam Bisnis

Konsep-konsep dasar sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI): Pentingnya sistem informasi, Kerangka kerja SI bagi para profesional bisnis, Apa yang dimaksud dengan SI, Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Teknologi Informasi, Konsep-konsep sistem, Komponen SI, Sumber daya SI, Aktivitas SI. Konsep-konsep dasar aplikasi, pengembangan dan manajemen SI dalam bisnis: Peran fundamental daro aplikasi SI dalam bisnis, e-Business dalam bisnis, Trend dalam SI, Jenis-jenis SI, Tantangan manajerial dari TI.

  • Berkompetisi dengan Teknologi Informasi

Dasar-dasar keunggulan stratejik: Konsep strategi kompetitif, Penggunaan Stratejik dari TI, Rantai nilai dan stratejik SI. Penggunaan TI untuk pencapaian keunggulan kompetitif: Penggunaan stratejik dari TI, Membangun e-Business terfokus pada kastemer, Reka-balik proses bisnis, Menyempurnakan kualitas bisnis (Total Quality Management), Strategi menjadi perusahaan yang lincah, Menciptakan perusahaan virtual, Membangun perusahaan yang mampu menciptakan pengetahuan.

  • Manajemen Sumber Daya Data

Pengelolaan sumber daya data: Manajemen sumber daya data, Konsep-konsep data, Jenis-jenis basis data, Data warehouse dan data mining, Pendektan manajemen basis data: basis data operasional, basis data terdistribusi, basis data eksternal, dan basis data hypermedia; Mengimplementasikan manajemen sumber daya data. Dasar-dasar teknis manajemen basis data: Manajemen basis data, Struktur basis data, Nilai bisnis dari manajemen sumber daya data, Mengakses basis data, Pengembangan basis data.

  • Telekomunikasi dan Jaringan Komputer

Networked enterprise: Menjejaringkan enterprise; Trend dalam telekomunikasi: trend industri, trend teknologi, trend aplikasi bisnis; Nilai bisnis jejaring telekomunikasi; Revolusi Internet; Penggunaan bisnis dari Internet; Nilai bisnis dari Internet; Peran dan nilai bisnis intranets; Pran dan nilai bisnis dari extranets. Altrenatif-alternatif jejaring telekomunikasi: Alternatif-alternatif telekomunikasi; Tantangan manajemen bandwidth jaringan; Model jejaring telekomunikasi; Jenis-jenis jejaring telekomunikasi; Media telekomunikasi.

  • Pengantar Sistem-sistem e-Business

Sistem-sistem bisnis fungsional: TI dalam bisnis; Sistem pemasaran: pemasaran interaktif, pemasaran tertarget, otomasi tenaga pemasaran; Sistem manufaktur; Sistem sumber daya manusia; Sistem akuntansi; Sistem manajemen finansial. Sistem-sistem Enterprise Lintas-Fungsi: Aplikasi enterprise lintas-fungsi; Integrasi aplikasi enterprise; Sistem pemrosesan transaksi; Sistem kolaborasi enterprise;

  • Sistem e-Business Enterprise

Customer Relationship Management (CRM): Apa yang dimaksud dengan CRM?: Manajemen account dan kontak; Penjualan; Pamasaran dan pemenuhan; Layanan dan sukungan kastemer; Program loyalitas dan retensi; Tiga fase CRM; Manfaat dan tantangan CRM; Trend CRM. Enterprise Resource Planning (ERP): Apa yang dimaksud dengan ERP?: Manfaat dan tantangan ERP, Biaya ERP, Penyebab kegagalan ERP, Trend ERP. Supply Chain Management (SCM): Apa yang dimaksud dengan SCM?, Electronic Data interchange, Peran SCM, Manfaat dan tantagan SCM, Trend SCM.

  • Sistem Perdagangan Elektronik (Electronic Commerce)

Dasar-dasar electronic commerce (e-Commerce): pengantar e-commerce, Cakupan e-commerce, teknologi e-commerce; Proses e-commerce: pengendalian akses dan sekuritas, profiling dan personalisasi, manajamen pelacakan, manajemen isi dan katalog, manajemen aliran kerja, notofikasi kejadian, kolaborasi dan perdagangan; Proses pembayaran elektronis: proses pembayaran berbasis web, transfer dana elektronis, pembayaran elektronik yang aman. Aplikasi dan issue penting dari e-Commerce: Trend aplikasi e-Commerce; Business-to-Customer e-Commerce; Kebutuhan Toko berbasis Web: pengembangan toko berbasis web, pelayanan kastermer, pengelolaan toko berbasis web; Business-to-Business e-Commerce; Tempat-tempat pasar e-Commerce; Pendekatan clicks & bricks dalam e-Commerce.

  • Sistem Pendukung Keputusan

Pendukung keputusan dalam bisnis: Bisnis dan pendukung keputusan; Informasi, keputusan dan manajemen; Kualitas informasi; Struktur keputusan; Trend pendukung keputusan; Sistem informasi manajemen dan alternatif-alternatif pelaporan manajemen; On-Line Analytical Processing; Sistem Pendukung Keputusan: komponen, sistem informasi geografis dan visualisasi data; Penggunaan sistem pendukung keputusan; Sistem informasi eksekutif; Portal dan dukungan keputusan enterprise. Teknologi kecerdasan buatan dalam bisnis: overview kecerdasan buatan; jaringan syaraf; sistem logika fuzzy; Algoritma genetika; Ralitas virtual; Agen intelijen; Sistem pakar; Pengembangan sistem pakar; Nilai sistem pakar.

  • Pengembangan Strategi Bisnis/TI

Dasar-dasar perencanaan: Perencanaan organisasional; Pendekatan berbasis skenario; Perencanaan untuk keunggulan kompetitif; Model dan perencanaan bisnis; Perencanaan bisnis/TI; Mengidentifikasi strategi bisnis/TI; Perencanaan aplikasi bisnis. Tantangan implementasi: Mengimplementasikan TI; Keterlibatan dan resistensi pengguna akhir; Manajemen perubahan.

  • Pengembangan Solusi Bisnis/TI

Pengembangan sistem bisnis: Pengembangan SI; Pendekatan berbasis sistem; Siklus pengembangan sistem; Prototyping; Memulai proses pengembangan sistem; Analisis sistem; Desain sistem; Pengembangan ujung akhir pemakai. Implementasi sistem bisnis: Implementasi sistem baru; Evaluasi perangkat keras, perangkat lunak dan layanan; Aktivitas-aktivitas implementasi lainnya: pengetesan, dokumentasi, pelatihan, metode konversi dan pemeliharaan SI.

  • Tantangan Etika dan Sekuritas

Tantangan sekuritas, etika dan sosial: Tanggung jawab etika bagi para profesional bisnis; Etika bisnis; Etika teknologi dan Etika petunjuk; Kriminal komputer; Issu privacy; Tantangan lainnya. Issu kesehatan; Solusi sosial. Manajemen sekuritas dari TI: Faslitas untuk manajemen sekuritas; Pertahanan sekurita antar-jaringan; Ukuran sekuritas lainnya; Pengendalian dan audit sistem.

  • Manajemen TI Enterprise dan TI Global

Mengelola TI: Bisnis dan TI; Dampak TI bagi para manajer; Dampak TI bagi organisasi; Mengelola TI; Mengelola fungsi-fungsi SI; Kegagalan dalam manajemen TI. Mengelola TI Global: Dimensi internasional; Manajemen TI global; Tantangan kultural, plotik dan geoekonomi; Strategi bisnis/TI global; Aplikasi bisnis/TI global; Platform Ti global; Pengembangan sistem global.